Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Global. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2011

0 komentar

Bom Sabotase Minyak, Mesir

sumber : Media Indonesia (copas)


LEDAKAN bom yang terjadi akibat unsur sabotase telah merusak jalur pipa gas yang menghubungkan Mesir, Israel, dan Yordania, kemarin. Aparat keamanan Mesir menyatakan pipa gas yang berada di wilayah Gurun Sinai sebelah utara itu meledak akibat bom yang dikontrol dari jauh. 

Pipa yang diledakkan itu berada di dekat daerah Mazar, sekitar 30 km dari barat Kota Al-Arish. 

"Pemeriksaan awal menunjukkan (peledak)improvised explosive devices (IED) diletakkan di bawah pipa dan diledakkan dari kejauhan," ujar seorang petugas keamanan. 

Ledakan yang terjadi kemarin diperkirakan dapat mengganggu pasokan gas ke Israel dan Yordania. Mesir memasok 43% pasokan gas ke Israel, tapi bisnis tersebut mendapat kritik dari warga Mesir. Mereka menganggap Israel membayar pasokan gas dengan harga yang sangat rendah. Hal itu diduga akal-akalan mantan Presiden Hosni Mubarak semasa berkuasa. 

Akibatnya, jalur pipa gas menjadi target penyerangan sejak Mubarak lengser sembilan bulan lalu. (Reuters/*/I-5

Minggu, 04 Juli 2010

0 komentar

Iran Miliki Bukti Penculikan Pakar Nuklirnya Oleh CIA

Sumber : Media Indonesia

TEHERAN--MI: Iran menyerahkan kepada kedutaan besar Swiss 'bukti' bahwa pakar nuklirnya diculik agen-agen intelijen Amerika Serikat, kata website Internet berbahasa Inggris Press TV, Minggu (4/7).

"Bukti menyangkut penculikan Shahram Amiri oleh CIA (Badan Intelijen Pusat AS) telah diserahkan kepada kedutaan besar Swiss di Teheran", kata juru bicara kementerian luar negeri Ramin Mehmanaparast dikutip website internet itu. Kedutaan besar Swiss mengurus kepentingan-kepentingan AS di Iran karena Washington dan Teheran tidak memiliki hubungan diplomatik.

"Kami mengharapkan berdasarkan kewajiban-kewajiban pemerintah AS... pihak berwenang AS akan mengumumkan hasil-hasil penyelidikan mereka menyangkut warga negara Iran ini," kata Mehmanaparast. Para pejabat Iran telah lama menyatakan bahwa Amiri diculik oleh agen-agen AS dari Arab Saudi tahun lalu.

Pada 29 Juni, televisi Iran menayangkan satu rekaman video seorang pria yang mengaku bernama Amiri dan mengatakan ia berhasil melarikan diri dari kekuasaan agen-agen intelijen AS di Virginia.

"Saya mungkin ditahan kembali setiap saat oleh agen-agen AS... saya tidak bebas dan saya tidak diizinkan menghubungi keluarga saya. Jika terjadi sesuatu dan saya tidak pulang dengan selamat ke rumah, pemerintah AS harus bertanggung jawab atas hal itu," katanya.

"Saya meminta para pejabat Iran dan organisasi-organisasi yang membela hak-hak asasi manusia untuk mendesak pemertintah AS bagi pembebasan saya dan pulang ke negara saya," kata pria itu dan menambahkan ia tidak "mengkhianati" Iran.

Seorang pejabat, Selasa membantah pernyataan-pernyataan di lembaga penyiaran Iran itu. Amiri menghilang Juni 2009 setelah tiba di Arab Saudi untuk umrah. Iran menuduh agen-agen AS menculik dia dengan bantuan badan-badan intelijen Arab Saudi.

Stasiun televisi ABC news di AS, Maret memberitakan Amiri membelot dan bekerja sama dengan CIA. Para pejabat AS membantah pernyataan-pernyataan ini. (Ant/vg/OL-02)

Polandia Tarik Pasukan dari Afghanistan pada 2012

Sumber : Media Indonesia

WARSAWA--MI: Penjabat Presiden Polandia Bronislaw Komorowski telah minta pemerintah untuk meratakan jalan bagi tentara Polandia untuk mundur dari Afghanistan pada 2012.


"Saya telah minta pemerintah untuk mempersiapkan strategi nasional bagi penarikan pasukan dari Afghanistan," kata Komorowski pada wartawan Jumat (25/6) setelah pertemuan dengan PM Donald Tusk, para menteri kabinet dan pemimpin partai-partai politik termasuk oposisi.

Komorowski menegaskan, sebagai negara anggota NATO, Polandia akan tetap melekatkan kewajibannya dalam Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAFP di Afghanistan hingga pemilihan di negara tersebut pada September. Sesudah itu, Polandia akan mulai mundur pada 2011.

"Tujuannya adalah untuk mengakhiri misi militer di Afghanistan pada 2012, dalam bentuknya sekarang ini," katanya.

Biro keamanan Komorowski, dalam pernyataannya, mengatakan NATO telah menderita "kelelahan strategis" di Afghanistan.

"Itu (NATO) memiliki masalah besar dengan semacam prakarsa baru," menurut pernyataan itu.

"Situasi di Afghanistan terus bertambah buruk. Harapan pada pengekangan kecenderungan ini tidak jelas," tambahnya.

Pernyataan itu mengatakan bahwa Warsawa "tidak dalam kondisi, secara politik, secara ekonomi, secara militer, untuk meningkatkan keterlibatannya. Tapi tugas yang kami terima melebihi kemampuan kesatuan kami".

Komorowski menyatakan ia ingin pemerintah merancang rencana penarikan pada waktunya untuk pertemuan puncak NATO di ibukota Portugal, Lisabon. Ketua parlemen Komorowski menjadi penjabat presiden setelah presiden konservatif yang menjabat, Lech Kaczynski tewas dalam kecelakaan pesawat di Rusia pada 10 April.

Komorowski, dari partai liberal yang memerintah, akan menghadapi oposisi konservatif yang juga kembaran identik Kaczynski, Jaroslaw Kaczynski, dalam putaran kedua pemilihan presiden, Juli.

Komorowski, yang dewan keamanannya termasuk Kaczynski, mengatakan tidak ada perbedaan besar mengenai Afghanistan dengan saingannya dalam pemilihan presiden itu.

Polandia memiliki 2.500 tentara di Afghanistan, jumlah yang direncanakan meningkat menjadi 2.600 tahun ini.

Pasukan multinasional ISAF, yang memiliki sekitar 142.000 tentara, direncanakan akan ditambah menjadi 150.000 pada Agustus.

Limabelas tentara Polandia telah tewas di Afghanistan sejak Warsawa bergabung dengan ISAF pada Maret 2002. (Ant/OL-3)

Sebut AS akan Kalah di Afghanistan, Ketua Partai Republik Bikin Heboh

Sumber : Media Indonesia

WASHINGTON--MI: Pemimpin Partai Republik AS Michael Steele menghadapi kecaman pedas dan seruan pengunduran diri, setelah ia menyalahkan Presiden Barack Obama atas perang Afghanistan dan Amerika tak bisa menang dalam perang itu.

Dalam acara pengumpulan dana Partai Republik di Connecticut, Kamis waktu setempat, Steele direkam sewaktu mengecam keputusan Obama untuk meningkatkan upaya perang Afghanistan. Pernyataan itu bertolak-belakang dengan pendirian partai, yang secara konsisten telah mendorong penambahan tentara dan dana di Afghanistan.

"Ini adalah perang yang dipilih Obama," kata Steele, pemimpin Komite Nasional Partai Republik. "Ini bukan sesuatu yang telah secara aktif dilakukan atau dipilih oleh Amerika Serikat."

Steele juga menyebut pengunduran diri komandan perang AS di Afghanistan Jenderal Stanley McChrystal baru-baru ini sebagai "menggelikan" dan mengolok-olok Obama karena memutuskan untuk menambah jumlah tentara AS di Afghanistan.

"Jika ia adalah mahasiswa jurusan sejarah, apakah ia belum mengerti bahwa Anda semua mengetahui itu adalah sesuatu yang tidak Anda kerjakan, terlibat dalam perang darat di Afghanistan?" Steele mengajukan pertanyaan kepada kerumunan orang di dalam rekaman video yang dengan cepat diedarkan oleh anggota Partai Demokrat dan diposting di YouTube.

"Karena setiap orang yang telah berusaha, selama ribuan tahun sejarah, telah gagal," katanya.

Amerika Serikat menyerbu Afghanistan di bawah Presiden George W Bush dalam pembalasan atas serangan 11 September 2001, yang dikatakan dilakukan oleh Al-Qaida --yang pemimpinnya telah bersembunyi di sana.

Komentar itu memicu gelombang kecaman dari Partai Demokrat dan seruan pengunduran diri Steele, yang dipimpin oleh kolumnis konservatif Partai Republik Bill Kristol.

"Tak perlu dikatakan, perang di Afghanistan bukan 'perang yang dipilih Obama'," kata Kristol di satu blok laman majalah Weekly Standard. "Itu telah dilakukan oleh Amerika Serikat di bawah Presiden Bush dan Obama. Partai Republik secara konsisten telah mendukung upaya tersebut.

Steele mengeluarkan pernyataan yang berusaha keluar dari kontroversi itu, dan mengatakan Obama "mengubah pusat perhatian militer AS dari Irak ke Afghanistan berarti ini adalah strateginya".

"Sebagaimana telah kita ketahui sepanjang sejarah, menang perang di Afghanistan adalah tugas sulit. Kita juga harus ingat bahwa setelah tragedi 11 September 2001, itu juga adalah tindakan yang perlu dilakukan," kata
Steele.

"Taruhannya terlalu tinggi buat kita untuk menerima apa saja selain keberhasilan di Afghanistan."

Partai Demokrat menyerang pernyataan Steele, yang berusaha membantu Partai Republik untuk meraih suara besar dalam pemilihan anggota kongres pada November.

"Sungguh tak bermoral bahwa Michael Steele akan merusak moral tentara kita ketika yang mereka perlukan adalah dorongan dan dukungan kita," kata jurubicara Komite Nasional Partai Demokrat Brad Woodhouse.

Steele telah terlibat dalam serangkaian kontroversi sejak ia mengambil-alih posisi pimpinan partai tersebut tahun lalu, termasuk pertanyaan megnenai pengeluaran partai yang berlebihan dan komentar tentang sejumlah pembicaraan mulai dari ras sampai aborsi dengan komentator radio konservatif Rush Limbaugh. (Ant/OL-3)

Sabtu, 03 Juli 2010

0 komentar

AS Negara Terkaya Tapi tidak Terbahagia

Sumber : Media Indonesia

WASHINGTON DC--MI: Amerika Serikat boleh saja diberi gelar terkaya di bumi ini. Namun penelitian terbaru menunjukkan negara adi daya itu bukan negara yang penduduknya paling bahagia di antara negara-negara lain di dunia.

Analisa tersebut dilkukan Group World Poll (GWP), meskipun mereka juga mengakui faktor kebahagiaan satu bangsa tidak bisa begitu saja dibandingkan dengan bangsa lain.

"Untuk kebahagiaan akan terkait dengan kepuasan hidup dan kenikmatan masa-masa. Kepuasan hidup terkait erat dengan pendapatan, sedangkan kenikmatan hidup terkait erat dengan banyak indikator sosial dan psikologisnya, seperti tertawa dan tersenyum," ungkap Group World Poll seperti dilansir livescience.com.

Berdasarkan hasil penelitian, Amerika Serikat yang memiliki pendapatan domestik bruto tertinggi di dunia, hanya menduduki posisi nomor 16 di urutan negara yang penduduknya sejahtera. Sejahtera diyakini erat dengan masa-masa ketika penduduknya memiliki perasaan positif.

"Namun, negara yang menduduki posisi pertama untuk hitung-hitungan kesejahteraan, adalah Denmark. Sedangkan negara yang penduduknya paling memiliki perasaan positif adalah Selandia Baru," papar GWP.

Semua orang, menurut peneliti GWP Ed Diener asal Universitas Illinois, hanya memperhatikan kepuasan hidup dan pendapatan. Meskipun benar semakin kaya akan membuat Anda lebih puas dengan kehidupan, sebetulnya tidak banyak dampaknya ke kenikmatan hidup itu sendir.

Menurut Ed, bangsa yang paling menikmati hidup adalah yang penduduknya berhasil memperoleh nilai cita-cita mereka, senantiasa memiliki perasaan positif, dan berprasangka positif terdahap kehadiran orang lain.

GWP juga melansir, sementara bangsa-bangsa di Eropa dan Amerika Serikat sukses di bidang ekonomi, bangsa di Amerika Latin terbukti lebih sejahtera dalam aspek sosial dan psikologis.

Rusia dan Korea Selatan juga dibuktikan GWP memiliki nilai lebih rendah untuk urusan kebutuhan aspek sosial dan psikologis tersebut. Rusia dan Korea Selatan adalah bangsa yang penduduknya masih lebih mementingkan pendapatan semata. (lMar/OL-01)