Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Januari 2011

0 komentar

Jangan Remehkan Disentri

Sumber : f-buzz.com



Disentri merupakan suatu peradangan pada usus besar yang ditandai dengan gejala sakitperut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berdasarkan penyebabnya disentri dapat dibedakan menjadi dua yaitu disentri amuba dandisentri basiler. Penyebab yang paling umum yaitu adanya infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler.
Kuman-kuman tersebut dapat tersebar dan menular ke orang lain melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran dan juga lalat. Parasit Entamoeba hystolytica hidup dalam usus besar, parasit tersebut mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk yang bergerak dan bentuk yang tidak bergerak. Parasit yang berbentuk tidak bergerak tidak menimbulkan gejala, sedangkan bentuk yang bergerak bila menyerang dinding usus penderita dapat menyebabkan mulas, perut kembung, suhu tubuh meningkat, serta diare yang mengandung darah dan bercampur lendir, namun diarenya tidak terlalu sering.
Disentri basiler biasanya menyerang secara tiba – tiba sekitar dua hari setelah kemasukan kuman/bakteri Shigella. Gejalanya yaitu demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak napsu makan. Bila tidak segera diatasi, dua atau tiga hari kemudian keluar darah, lendir atau nanah dalam feses penderita. Pada disentri basiler, penderita mengalami diare yang hebat yaitu mengeluarkan feses yang encer hingga 20-30 kali sehari sehingga menjadi lemas, kurus dan mata cekung karena kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Hal tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena bila tidak segera diatasi dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala lainnya yaitu perut terasa nyeri dan mengejang.
Penyakit ini umumnya lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman – kuman masuk ke dalam organ pencernaan yang mengakibatkan pembengkakan dan pemborokan sehingga timbul peradangan pada usus besar. Penderita disentri harus segera mendapat perawatan dan yang perlu dihindari adalah mencegah terjadinya dehidrasi karena dapat berakibat fatal. Dalam keadaan darurat, dehidrasi yang ringan dapat diatasi dengan pemberian cairan elektrolit (oralit) untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah. Oralit dilarutkan dalam 200 cc air matang, diaduk dan diberikan sedikit demi sedikit dengan sendok kepada penderita. Apabila oralit tidak tersedia, dapat membuat larutan campuran gula dan garam (1 sendok teh gula + ¼ sendok teh garam, dilarutkan dengan 200 cc air hangat) atau bisa juga dengan meminum air kelapa. Apabila dehidrasi cukup berat, setelah diberi oralit atau larutan campuran gula dan garam sebagai pertolongan pertama, sebaiknya penderita di bawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan.
Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyakit disentri yaitu dengan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih, seperti selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kontaminasi kotoran dan serangga pembawa kuman, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan atau ketika memegang makanan yang akan dimakan.

Sabtu, 13 November 2010

0 komentar

Kecantikan Alami Tidak Akan Pernah Terganti

Sumber: www.AnneAhira.com
Siapa yang tidak ingin cantik?

Jika pertanyaan ini ditanyakan kepada seluruh wanita di dunia, mereka akan mengatakan, “kami semua ingin cantik”.

Tahukah Anda, untuk menjadi cantik, seorang wanita rela merogoh koceknya dalam-dalam. Mereka bahkan rela makan seadanya agar bisa perawatan di salon mahal. Semua itu demi sebuah kecantikan.

Mengapa wanita ingin cantik?

Tentunya tak lepas dari kodrat wanita yang merupakan makhkuk ciptaan Tuhan yang paling indah, yang diciptakan di dunia ini untuk membuat dunia menjadi penuh warna. Katanya, seorang wanita yang terlihat cantik akan lebih percaya diri dibandingkan sebaliknya.

Seorang wanita yang cantik katanya juga akan dicintai oleh banyak pria, dibandingkan seorang wanita yang kurang menarik. Hal tersebut merupakan opini yang diciptakan oleh kaum wanita itu sendiri sehingga mereka berlomba-lomba untuk tampil cantik di hadapan pria.

Kecantikan seperti apakah yang sebenarnya dicari di dunia ini?

Terlepas dari segi fisik yang memang menarik, seorang wanita akan terlihat jauh lebih cantik daripada fisiknya yang memang sudah cantik dan indah, bila ia memiliki kecantikan alami.

Kecantikan alami, seperti apakah itu?

Kecantikan alami adalah kecantikan yang dimiliki oleh setiap wanita yang berasal dari dalam ruhnya. Ya, pada dasarnya setiap wanita yang ada di dunia ini cantik. Tidak ada satupun manusia yang diciptakan dengan kondisi yang memprihatinkan.

Bayangkan, untuk dapat menjadi zigot saja sebuah sperma harus mengalahkan jutaan sperma lainnya di dalam rahim. Itu artinya, sperma yang menjadi pemenang adalah yang paling kuat di antara yang lain. Dan itu tandanya, semua manusia di dunia ini tanpa terkecuali, diciptakan dengan sempurna.

Pancarkan kecantikan alami!

Meski semua wanita di dunia ini tercipta dalam keadaan yang cantik, namun ternyata tak semua wanita menyadarinya. Sebagian besar di antara mereka malah kurang bersyukur diciptakan dengan kondisi seperti apa adanya. Alhasil, berbagai macam cara yang notabene menyiksa diri sendiri pun dilakukan, seperti bedah plastik.

Tidak perlu membayar mahal untuk cantik!

Cantik tidak harus mahal. Tugas seorang wanita yang ingin terlihat cantik hanyalah memaksimalkan dan merawat aura kecantikan alami yang sudah ada sejak lahir di dalam dirinya. Caranya cukup mudah, yaitu:

  1. Mandi minimal dua kali sehari.
  2. Menjaga kebersihan kulit dan gigi.
  3. Bagi muslimah, sering-seringlah berwudhu karena selain bisa menenangkan hati juga bisa memancarkan aura yang ada di dalam tubuh.
  4. Makan makanan sehat, bukan junk food.
  5. Banyak mengonsumsi air putih.
  6. Berbuat baik kepada sesama.

Cantik tidak harus mahal. Cantik tidak harus dengan mengubah ciptaan Tuhan. Setiap wanita sudah tercipta dalam keadaan cantik. Oleh sebab itu, tugas seorang wanita adalah merawat kecantikan alami dan mensyukuri pemberian Tuhan kepadanya.

Kamis, 04 Februari 2010

0 komentar

Deteksi Penyakit Lewat Urin

text TEXT SIZE :  
Share


Tes urin (Foto: Google)

URIN dapat mengungkapkan secara tepat apa yang telah Anda makan, berapa banyak Anda telah minum, dan penyakit apa yang Anda miliki.

”Urin dan permasalahan urin, telah selama ratusan tahun, menjadi salah satu cara dokter untuk melihat persoalan kesehatan kita,” kata Tomas Griebling MD MPH, Wakil Ketua Departemen Urologi di University of Kansas, Amerika Serikat (AS) seperti dikutip webmd.com.

”Dari sisi sejarahnya, urin seperti jendela yang dapat melihat apa yang terjadi di dalam tubuh,” tambah Griebling. Itu karena banyak zat yang beredar di tubuh kita, termasuk bakteri, ragi, kelebihan protein dan gula, yang pada akhirnya membuat ”mereka” bercampur menjadi urin. Diketahui, urin adalah bagian penting dari proses pembuangan tubuh. Urin adalah cairan yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi.

”Fungsi urin yang paling utama adalah untuk membuang racun atau zat lain yang sebenarnya baik untuk tubuh tetapi mungkin akan berakibat fatal bagi tubuh,” terang Anthony Smith MD, seorang profesor dan Kepala Bagian Urologi di University of New Mexico, AS.

Bila melihat bahwa warna urin Anda berubah, atau ada bau-bau aneh dari toilet saat membuang air kecil, penyebabnya mungkin sesuatu yang berbahaya yang Anda lahap saat makan malam (termasuk buah bit atau asparagus). Atau mungkin menjadi tanda kondisi yang lebih serius, seperti penyakit infeksi atau kanker.

Urin normal biasanya warnanya bervariasi dari kuning jernih sampai kuning pucat, tergantung pada kadar air pada urin. Warna kuning didapat dari pigmen yang disebut urochrome. Urin lebih gelap biasanya merupakan tanda bahwa Anda tidak minum cukup cairan. Tapi bisa juga merupakan tahap awal penyakit liver.

”Tubuh Anda membutuhkan sejumlah cairan tertentu agar berfungsi normal,” ucap Griebling.

Yang sebaliknya juga seperti itu. Jika urin Anda sangat jernih, itu berarti Anda meminum banyak cairan, atau sedang mengkonsumsi diuretic yaitu obat yang memaksa tubuh untuk membuang kelebihan air. Urin berwarna kuning terang bisa juga akibat mengonsumsi vitamin dalam dosis tinggi, terutama riboflavin (vitamin B).

Urine berwarna oranye mengindikasikan penyakit hepatitis atau malaria, pyridium, antibiotik yang biasa digunakan untuk infeksi kandung kemih dan saluran kencing juga dapat membuat urin Anda berwarna oranye.

Warna urin juga bisa berubah menjadi seperti pelangi. Namun, perubahan warna yang tidak biasa pada urin tidak selalu pertanda buruk bagi kesehatan atau indikasi adanya penyakit.

Obat-obatan tertentu dapat mengubah urin menjadi hijau atau biru mengkilat, wortel bisa menjadi oranye, vitamin dapat memberikan rona kuning atau penyakit genetik kelainan pada darah yaitu porphyria yang dapat mengubah warna urin menjadi cokelat atau ungu laksana anggur.

Yang berbahaya jika urin berwarna kemerahan. Biasanya itu tanda bahwa ada darah dalam urin. Namun sebelum Anda panik, harus diketahui bahwa sedikit saja darah juga dapat menghasilkan perubahan warna yang dramatis. ”Saya selalu mengatakan kepada pasien saya bahwa hanya diperlukan satu tetes darah untuk mengubah toilet Anda menjadi merah,” kata Smith.

Adanya darah dalam urin dapat menjadi tanda sesuatu yang serius, seperti infeksi dalam tubuh, batu ginjal atau kanker pada ginjal dan kandung kemih. Disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter atau urolog.

Urin berwarna kecokelatan juga mengindikasikan penderita porphyria. Selain warna, urin juga mengelurkan bau yang juga bisa digunakan untuk mendeteksi penyakit. Misalnya pada penderita diabetes dan kelaparan, bau urinnya cenderung manis dan berbau buah. Sementara, untuk urin yang terinfeksi bakteri E. coli, biasanya berbau menyengat.

Berbeda dengan urin pada tubuh sehat yang cukup steril dan hamper tidak berbau saat keluar dari tubuh. Hanya saja, beberapa saat setelah meninggalkan tubuh, bakteri akan mengkontaminasi urin dan mengubah zat dalam urin sehingga menghasilkan bau yang khasokezone.com

5 Makanan Penajam Penglihatan

SEJUMLAH pilihan gaya hidup, seperti tidak merokok, ditengarai mampu melindungi Anda dari serangan age-related macular degeneration (AMD). AMD adalah gangguan penglihatan yang menyerang seiring bertambahnya usia. Temukan jenis makanan untuk melindungi jendela hati Anda.

Menurut Eating Well, lebih dari 8 juta warga Amerika mengalami AMD, gangguan penglihatan yang tak bisa diperbaiki dengan mudah. AMD adalah keadaan di mana macula—pusat retina dan bagian dari mata yang memungkinkan Anda untuk melihat detail dengan baik—mulai mengalami penurunan fungsi.

Gangguan ini mengakibatkan pandangan kabur dan seiring waktu, membuat Anda sulit membaca, mengendarai kendaraan, atau bahkan mengenali wajah. AMD menyebabkan kebutaan pada orang berusia di atas 60 tahun.

Usia senja menjadi faktor risiko terbesar untuk AMD. Satu kajian menemukan fakta bahwa penyakit tersebut jarang terjadi pada usia pertengahan. Kemudian, wanita dengan riwayat keluarga menderita AMD akan memperbesar risiko. Para perokok aktif risikonya terhadap AMD juga meningkat hingga lima kali lipat.

Menurut Rachel K Johnson, profesor nutrisi pada University of Vermont, beberapa jenis makanan mampu membentengi mata Anda dari AMD. Berikut di antaranya, seperti dibeberkan Eating Well.

Tambah pemasukan antioksidan

Banyak kajian menunjukkan bahwa orang dengan antioksidan rendah cenderung mudah mengalami AMD dibanding mereka yang mengonsumsi banyak sumber antioksidan. Antioksidan termasuk vitamin C (jeruk, kiwi, dan brokoli), vitamin E (minyak sayur, kacang-kacangan, dan alpukat), serta lutein dan zeaxanthin—nutrisi yang terdapat pada daun berwarna hijau (bayam, kangkung, sawi).

Antioksidan memberantas radikal bebas sehingga sel-sel tubuh mendapatkan asupan oksigen dengan lebih baik, termasuk mata. Sementara lutein dan zeaxanthin ibarat sunglasses alami yang membantu membentuk pigmen macular untuk menyaring efek buruk sinar matahari.

Makan kuning telur

Kebanyakan kita menjauhi kuning telur karena khawatir dengan kandungan kolesterolnya yang cukup tinggi, padahal kuning telur kaya lutein dan zeaxanthin. Thomas Wilson PhD, peneliti pada Center for Health and Disease Research, University of Massachusetts-Lowell menegaskan, mereka yang mengonsumsi telur dua kali sehari secara signifikan lutein dan zeaxanthin-nya meningkat, tanpa mendongkrak jumlah LDL atau kolesterol jahat.

Ikan berlemak

Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 88 ribu partisipan menegaskan bahwa makan setidaknya dua porsi ikan berlemak (salmon, sarden, mackerel, ikan baring) setiap minggu, maka sepertiga lebih kecil kemungkinan untuk mengembangkan AMD daripada mereka yang tidak. Kandungan asam lemak omega-3, khususnya DHA dalam ikan adalah komponen kunci sel saraf dalam retina.

Suplemen

Bentuk suplemen dosis tinggi dengan kandungan beberapa nutrien di dalamnya membantu tubuh mengurangi risiki AMD secara signifikan. Kalau Anda berisiko terhadap AMD, bicarakan pada dokter mata untuk mengonsumsi suplemen “formula kesehatan mata”.

Suplemen ini mengandung 10 mg lutein (setara dengan 3 cangkir bayam), 2 mg zeaxanthin, dan 1 gr total EPA dan DHA (setara dengan konsumsi 3 ons salmon). Tapi ingat, konsumsilah suplemen hanya jika dibutuhkan, berdasarkan pertimbangan medis.

Kontrol tekanan darah dan berat badan

Menurut American Academy of Ophthalmology, orang dengan tekanan darah tinggi cenderung mudah terkena AMD. Sebabnya adalah peningkatan tekanan darah merusak pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke mata. Akhirnya, sulit bagi gizi yang dibawa oleh darah untuk memberikan perlindungan pada retina.

Program menurunkan berat badan juga dapat membantu. Lemak tubuh adalah gudang penyimpanan nutrisi yang larut dalam lemak, dan kelebihan jaringan lemak membuat macula kekurangan beberapa nutrisi pelindung mataokezone.com

Cara Sederhana Cegah DBD

se
Jagalah si kecil agar terhindar dari DBD. (Foto: Google)

TAK hanya di musim hujan, kini demam berdarah bisa datang kapan saja. Namun, Anda jangan dulu panik. Penyakit ini sebenarnya bisa dicegah kok dengan cara yang sederhana.

Demam berdarah masih menjadi penyakit penyebab kematian yang harus diwaspadai. Biasanya penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes aegypti ini banyak berjangkit pada musim hujan. Namun, seiring perubahan lingkungan dan siklus atau daur hidup nyamuk itu sendiri, penyakit mematikan ini dapat menyerang setiap saat tanpa mengenal musim.

”Kewaspadaan tetap harus ditingkatkan pada musim penghujan karena banyak terdapat genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk belang aedes aegypti sebagai biang penyebar demam berdarah dengue (DBD),” ujar pakar kesehatan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Dr Tri Yunis Miko W MSc. Nah, sebaiknya kini Anda mulai waspada, jangan sampai Anda dan keluarga terjangkit penyakit ini.

Tri Yunis mengatakan, penyakit demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang terjadi di negara-negara tropis. “Penyakit ini ditularkan melalui vektor yaitu nyamuk aedes aegypti dan A. Albopictus,” kata dokter yang mengambil gelar epidomology di Public Health University, Manila, Filipina.

Adapun gejala DBD bisa terjadi secara mendadak dan berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Demam pada penderita DBD sering disebut demam pelana kuda. Sebab, suhu tubuh penderita cenderung turun-naik (3 hari panas, hari ke-4 turun, dan naik lagi pada hari ke-5).

“Perubahan suhu ini sering kali mengecoh. Saat suhu tubuh anak yang awalnya tinggi kemudian menurun, si ibu mengira anaknya sudah sembuh. Padahal bisa jadi anak mengalami shock,“ tuturnya saat acara peluncuran Program “Gerakan Nasional Cegah Demam Berdarah” yang diadakan produk Baygon dari PT Johnson Home Hygiene Products (PT JHHP).

Hidup bersih dengan tidak membiarkan ada satu pun jentik nyamuk di rumah dan lingkungan sekitar merupakan upaya pencegahan terbaik. Pada dasarnya kasus DBD dapat ditanggulangi asalkan tidak terlambat mendapat pertolongan medis.

“Hanya sebagian kecil kasus DBD yang tergolong parah atau dengue shock syndrome,” ujarnya.

Fase infeksi dengue terbagi tiga, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase penyembuhan. Pada fase demam, ibu bisa melakukan beberapa terapi demam seperti pemberian obat penurun panas, kompres hangat, dan terapi suportif melalui pemberian oralit, larutan gula garam, jus buah dan susu.

“Pastikan anak mendapat asupan cairan dengan cara minum. Jika anak bisa buang air kecil setiap 4-6 jam, itu bisa jadi indikator bahwa cairannya sudah cukup. Selain itu, ukur suhu tubuhnya setiap 4-6 jam,” sebutnya.

“Pada fase kritis umumnya penderita tidak bisa makan dan minum karena tidak nafsu makan atau muntah-muntah. Jadi, harus benar-benar dirawat,” ujarnya.

Miko menuturkan, pada fase ini jumlah cairan juga tetap harus mencukupi agar terhindar dari risiko perdarahan. Jika penderita tidak dapat makan dan minum melalui mulut (apalagi terjadi shock), maka dokter biasanya akan mengindikasikan pemberian cairan infus. “Perbanyak asupan cairan diwajibkan bagi mereka yang menderita demam berdarah,” pesan Miko.

Menjaga tubuh dari dehidrasi juga penting dilakukan agar demam tidak berkembang menjadi shock. Adapun pertanda dehidrasi berupa kulit, bibir, dan lidah menjadi kering, tampak kehausan, sudah lama tidak buang air kecil dan kelenturan kulit menurun (bila kulit dinding perut dicubit tidak bisa membal kembali). Sementara tanda-tanda kalau sudah terancam shock di antaranya nadi cepat namun melemah, berkeringat dan kulit dingin.

Pakar Entomologi Kesehatan Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr drh Upik Kusumawati Hadi MS mengatakan, mencegah demam berdarah bisa dilakukan dari cara yang paling sederhana, yaitu pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yang bisa dilakukan dengan kegiatan 3M PLUS yaitu menguras tempat berkembang biak jentik, menutup wadah air, mengubur kaleng dan ban bekas,dan menggunakan obat antinyamuk serta menggunakan kelambu (mosquito net) dilakukan secara sistematis, terus-menerus, dan serentak.okezone.com

Kamis, 21 Januari 2010

0 komentar

Habis Gendut Sakitlah Jantung

Bertambahnya usia membawa konsekuensi menurunnya hormon. Akibatnya tubuh menjadi gampang gendut dan menurunnya berbagai fungsi tubuh. Keadaan ini tidak dapat lagi dianggap biasa, karena tubuh yang menggemuk memiliki risiko untuk mengalami sakit jantung lebih tinggi. Karena itu, upayakan agar tubuh tetap ramping melalui pencegahan ataupun cara penanggulangan yang aman.

Menjelang usia 50 tahun, Dewi merasakan berat badannya jadi gampang bertambah. "Makanan yang saya makan sama, aktivitas saya juga relatif sama dibanding tahun-tahun sebelumnya, tapi sekarang saya lebih gampang gemuk," ujar wanita aktif ini.

Dewi tidak sendirian. Umumnya wanita akan memiliki keluhan yang sama ketika usianya mendekati pertengahan. Hal ini berkaitan dengan menurunnya produksi hormon estrogen (hormon wanita), yang menurut Prof. DR. Ichramsjah A. Rachman, Sp.OG, mulai terjadi pada usia 35 tahun, yang disebut sebagai masa klimakterium.

Pada awalnya akibat dari penurunan hormon itu belum begitu dirasakan. Namun, perlahan-lahan akan makin terasa pada usia 45-an tahun. Menjelang menopause, Dewi makin merasakan bahwa pertambahan berat badan sangat mudah terjadi.

Penurunan produksi hormon bukan hanya dialami Dewi dan wanita-wanita lainnya. Para pria juga mengalami penurunan hormon testosteron (hormon pria), seiring dengan bertambahnya usia. Karena itu, penurunan fungsi tubuh juga terjadi pada pria yang menua, yang antara lain menyebabkan berat badan gampang bertambah.

Efek penurunan hormon

Menurunnya hormon estrogen maupun testosteron membuat kemampuan tubuh untuk menyerap makanan menjadi berkurang. Itu sebabnya makanan yang dikonsumsi akan cenderung, ditimbun sebagai lemak. Pertambahan berat badan itu, baik pada pria maupun wanita, umumnya terjadi di sekitar perut.

Bila selama masih menstruasi risiko wanita untuk mengalami sakit jantung lebih rendah dibanding pria, ketika produksi hormon estrogen terhenti setelah menopause, maka risiko wanita untuk mengalami sakit jantung menjadi lebih tinggi.

Menurut pakar kedokteran antipenuaan dari Universitas Udayana, Bali, Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., sebagai suatu penyakit, proses penuaan berlangsung dalam tiga fase. Fase pertama adalah usia 25-35 tahun, yang disebut fase subklinis, di mana hormon tubuh mulai mengalami penurunan: hormon testosteron, hormon pertumbuhan, dan hormon estrogen. Pembentukan radikal bebas yang merusak sel maupun DNA mulai berdampak terhadap tubuh, namun masih sulit dideteksi, sehingga yang bersangkutan akan merasakan dirinya normal saja.

Fase kedua adalah usia 35-45 tahun, yang merupakan fase transisi. Pada fase ini kadar hormon bisa menurun sekitar 25 persen. Akibatnya massa otot akan berkurang beberapa kilogram, sehingga kekuatan dan energinya pun menurun. Sementara itu, jumlah lemak tubuh terus meningkat, sehingga terjadi resistensi insulin dan timbulnya risiko obesitas dan penyakit jantung.

Beberapa gejala klinis mulai muncul pada usia ini, antara lain menurunnya pendengaran, rambut berubah warna, berkurangnya elastisitas dan pigmentasi kulit, serta menurunnya hasrat dan sensitivitas rangsangan seksual. Kerusakan akibat radikal bebas mulai tampak, antara lain menurunnya daya ingat, gangguan artritis, kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

"Pada usia 45 tahun ke atas, penurunan hormon terus berlanjut, termasuk hormon DHEA, melatonin, hormon pertumbuhan, testosteron, dan estrogen, dengan meningkatnya risiko penurunan hormon tiroid. Pada usia ini tubuh juga kehilangan kemampuan untuk menyerap nutrisi secara penuh," papar Prof. Wimpie, salah satu pendiri Perhimpunan Kedokteran Antipenuaan Indonesia (Perkapi).

Pada usia ini kepadatan tulang juga menurun. Bahkan, tubuh kehilangan akselerasi otot sekitar satu kilogram setiap tiga tahun, yang mengakibatkan ketidakmampuan membakar kalori. Inilah yang menyebabkan berat badan dan lemak tubuh gampang bertambah.

Sejumlah penyakit kronis pun mulai bermunculan, kegagalan fungsi organ mulai terjadi, dan ketidakmampuan seksual menjadi masalah yang banyak dihadapi oleh pasangan di usia ini.

Sindrom metabolik bikin jantungan

Sindrom metabolik dan obesitas oleh para pakar dipastikan telah menjadi masalah kesehatan di banyak negara. Tak lain karena sindrom metabolik berkaitan dengan risiko diabetes melitus (yang menimbulkan risiko penyakit jantung) dan penyakit kardiovaskular, atau dikenal dengan istilah risiko kardiometabolik (yang juga menyebabkan penyakit jantung).

Sindrom metabolik sendiri, mengutip Prof. Marzuki Suryaatmadja dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, didefinisikan sebagai seperangkat faktor risiko yang berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan sakit jantung, stroke, diabetes, atau kombinasinya. Beberapa faktor yang menyumbang sindrom metabolik antara lain kelebihan berat badan, fisik tidak aktif, dan faktor genetik.

"Orang dengan sindrom metabolik memiliki risiko 65 persen lebih besar mengalami kematian akibat penyakit jantung koroner," ungkapnya dalam simposium ilmiah nasional Perkapi belum lama ini.

Karena itu Prof. Marzuki mengingatkan, pemeriksaan laboratorium berperan penting untuk deteksi dini, diagnosis, dan pemantauan perjalanan penyakit serta hasil penatalaksanaan sindrom metabolik ini.

Menghadapi berbagai persoalan penuaan tersebut di atas, kini ilmu kedokteran telah memiliki berbagai solusi, antara lain terapi hormon, pengobatan, pengaturan makan, olahraga, dan sebagainya. Namun, berkaitan dengan pertambahan berat badan, harus dilakukan pendekatan secara khusus pula.

Hal ini mengingat obesitas maupun overweight juga berkaitan dengan risiko kesehatan, antara lain fungsi kelainan kardiovaskular yang menimbulkan penyakit hipertensi, diabetes melitus, jantung koroner, dan sebagainya.

Cegah dan atasi kegemukan

"obesitas adalah suatu penyakit berbahaya. Apa pun sebab dan alasannya, adalah akibat adanya perilaku makan yang keliru. Penyakit ini tergolong kronis, dan penanggulangannya sangat sulit. Oleh karenanya lebih akan berhasil guna dengan melakukan upaya pencegahan dini, yakni pada saat pasien masih dalam kondisi overweight," sebut Prof. Dr. Walujo Soerjodibroto, Ph.D, pakar kedokteran gizi dari Universitas Indonesia.

Seseorang disebut obesitas jika timbunan lemak terjadi merata di seluruh tubuh, sedangkan overweight menunjuk pada pertambahan berat badan pada bagian-bagian tubuh tertentu, seperti di sekitar perut, paha, dan lengan.

Melakukan pengaturan makan merupakan langkah yang tidak dapat ditinggalkan dalam terapi mengatasi obesitas maupun overweight. Tapi, menurut Prof. Walujo, mereka yang sudah telanjur obesitas adalah orang yang tidak disiplin. Karena itu, "Teori klasik di mana pengetahuan akan memperbaiki mindset, yang pada gilirannya akan memperbaiki perilaku makan, tidak berlaku pada pasien obesitas," katanya.

Perilaku yang diharapkan harus dipaksakan kepada mereka. Salah satu cara cepat dan aman yang diterapkan Prof. Walujo di klinik untuk menghasilkan perubahan mindset adalah dengan hipnosis, di samping bantuan obat.

Selain pengaturan makan, mereka yang kelebihan berat badan maupun obesitas harus melakukan latihan fisik teratur dan terukur. Latihan ini bukan hanya akan membakar kalori agar tidak menumpuk sebagai lemak, melainkan juga bakal menghasilkan perubahan positif dalam lingkup kardiovaskular, penyerapan oksigen, metabolisme, dan berbagai efek kesehatan umum maupun kondisi psikologis yang lebih positif.

Singkat kata, menua lalu menggemuk itu bukan kondisi yang dapat dibiarkan. Bila ingin tetap sehat dan produktif hingga usia tua, kegemukan harus dicegah sejak dini dan diatasi sebelum berlanjut menjadi obesitas.

Sindrom Metabolik Bisa Dicegah

Tak dapat dipungkiri lagi, kegemukan berpengaruh sangat besar terhadap terjadinya penyakit kardiovaskular. Di antara sejumlah penyebab sindrom metabolik (seperangkat faktor yang berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan sakit jantung, stroke, diabetes, dan kombinasinya), kegemukan merupakan penyebab yang patut diwaspadai seiring dengan pertambahan usia, selain kurang aktifnya fisik dan diet tinggi karbohidrat.

Melihat faktor-faktor tersebut, semuanya bukan faktor yang tak dapat diubah. Artinya, semua faktor penyebab sindrom metabolik dapat dicegah dan diatasi atau dihilangkan dengan terapi tertentu.

Menurut Prof. Dr. Maryantoro Oemardi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, yang pertama-tama perlu dilakukan adalah menghilangkan penyebab melalui perubahan gaya hidup. Antara lain adalah dengan pengaturan makan untuk mengurangi asupan kalori dan menghilangkan kelebihan berat badan, serta latihan fisik untuk menghilangkan ketidakaktifan fisik.

Seseorang disebut mengalami overweight jika indeks massa tubuhnya (IMT) lebih dari 25, dan disebut obesitas jika IMT lebih dari 30. Adapun IMT dihitung dengan rumus: berat badan dalam kilogram dibagi tinggi badan dalam meter kuadrat.

Berkaitan dengan pengaturan ulang bagi yang kelebihan berat badan, khususnya jika obesitas, menurut Prof. Dr. Walujo Soerjodibroto, diperlukan upaya paksa, mengingat penderita obesitas cenderung tidak memiliki disiplin dalam hal makan. Karena itu, diperlukan perubahan mindset menuju perilaku,makan yang sehat, melalui modifikasi perilaku.

"Upaya ini sangat tidak mudah, karenanya memerlukan kesabaran, ketelitian, dan kemauan yang kuat dari pasien maupun dokternya," ujar Prof. Walujo.

Untuk meningkatkan keberhasilan, sistem reward dan punishment diberlakukan. Kalau program diikuti akan merasa nyaman dan berat badan turun sesuai rencana. Jika tidak disiplin, akan tidak menyenangkan.

Terapi lain diperlukan untuk mengatasi faktor risiko yang berkaitan dengan tingginya kadar lemak dan bukan lemak (misalnya tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi). Seperti disarankan oleh Prof. Marzuki Suryaatmadja, pemeriksaan laboratorium hendaknya menjadi solusi untuk deteksi dini, diagnosis, dan pemantauan perjalanan penyakit, berikut penatalaksanaan sindrom metabolik.

Pemeriksaan laboratorium utama yang diperlukan adalah kadar trigliserida, kadar kolesterol HDL, dan glukosa puasa. Pemeriksaan tambahan yang penting untuk dilakukan adalah kadar kolesterol total, small dense LDL, rasio apoA1/apoB, homosistein, mikroalbuminuria, dan kadar insulin dalam darah puasa.

Karena obesitas juga menimbulkan risiko proinflamasi dan protrombotik, bagi yang telah mengalami obesitas juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan parameter inflamasi hs-CRP, parameter protrombotik fibrinogen, dan plasminogen activator inhibitor-1 (PAI-1 ). Dan karena sel adiposa juga diketahui mengeluarkan adiponektin yang berguna untuk mengimbangi resistensi insulin, perlu pemeriksaan kadar adiponektin darah.
portal.cbn.net.id

Disentri, Gejala dan Penyembuhannya

JANGAN ANGGAP REMEH DISENTRI
portal.cbn.net.id
Hembing Wed, 08 Feb 2006 08:19:00 WIB

Disentri merupakan peradangan pada usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar yang encer secara terus menerus (diare) yang bercampur lendir dan darah. Berdasarkan penyebabnya disentri dapat dibedakan menjadi dua yaitu disentri amuba dan disentri basiler. Penyebab yang paling umum yaitu adanya infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler.

Kuman-kuman tersebut dapat tersebar dan menular ke orang lain melalui makanan dan air yang sudah terkontaminasi kotoran dan juga lalat.
Parasit Entamoeba hystolytica hidup dalam usus besar, parasit tersebut mempunyai dua bentuk, yaitu bentuk yang bergerak dan bentuk yang tidak bergerak. Parasit yang berbentuk tidak bergerak tidak menimbulkan gejala, sedangkan bentuk yang bergerak bila menyerang dinding usus penderita dapat menyebabkan mulas, perut kembung, suhu tubuh meningkat, serta diare yang mengandung darah dan bercampur lendir, namun diarenya tidak terlalu sering.

Disentri basiler biasanya menyerang secara tiba – tiba sekitar dua hari setelah kemasukan kuman/bakteri Shigella. Gejalanya yaitu demam, mual dan muntah-muntah, diare dan tidak napsu makan. Bila tidak segera diatasi, dua atau tiga hari kemudian keluar darah, lendir atau nanah dalam feses penderita. Pada disentri basiler, penderita mengalami diare yang hebat yaitu mengeluarkan feses yang encer hingga 20-30 kali sehari sehingga menjadi lemas, kurus dan mata cekung karena kekurangan cairan tubuh (dehidrasi). Hal tersebut tidak bisa dianggap remeh, karena bila tidak segera diatasi dehidrasi dapat mengakibatkan kematian. Gejala lainnya yaitu perut terasa nyeri dan mengejang.

Penyakit ini umumnya lebih cepat menyerang anak-anak. Kuman – kuman masuk ke dalam organ pencernaan yang mengakibatkan pembengkakan dan pemborokan sehingga timbul peradangan pada usus besar.

Penderita disentri harus segera mendapat perawatan, yang perlu dihindari adalah mencegah terjadinya dehidrasi karena dapat berakibat fatal. Dalam keadaan darurat, dehidrasi yang ringan dapat diatasi dengan pemberian cairan elektrolit (oralit) untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare dan muntah-muntah. Oralit dilarutkan dalamm 200 cc air matang, diaduk dan diberikan sedikit demi sedikit dengan sendok kepada penderita. Apabila oralit tidak tersedia, dapat membuat larutan campuran gula dan garam (1 sendok teh gula + ¼ sendok teh garam, dilarutkan dengan 200 cc air hangat) atau bisa juga dengan meminum air kelapa. Apabila dehidrasi cukup berat, setelah diberi oralit atau larutan campuran gula dan garam sebagai pertolongan pertama, sebaiknya penderita di bawa ke rumah sakit untuk diberikan perawatan.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi penyakit disentri yaitu dengan memperhatikan pola hidup sehat dan bersih, seperti selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman dari kontaminasi kotoran dan serangga pembawa kuman, menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan tangan secara baik sesudah buang air besar atau menjelang makan atau ketika memegang makanan yang akan dimakan.

Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi disentri dan diare diantaranya mempunyai efek sebagai adstringent (pengelat) yaitu dapat mengerutkan selaput lendir usus sehingga mengurangi pengeluaran cairan diare dan disentri, selain itu juga mempunyai efek sebagai antiradang, dan antibakteri.

Berikut ini beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk mengatasi diare, yaitu :

1.PATIKAN KEBO (Euphorbia hirta)
Khasiat & Efek : sebagai antiradang. Berkhasiat mengatasi disentri basiler, disentri amuba, diare, gangguan pencernaan, radang usus, dan lain-lain.

2.DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava)
Khasiat & Efek : sebagai astringent/pengelat (mengerutkan selaput lendir usus sehingga dapat mengurangi pengeluaran cairan), anti-diare, disentri, anti-radang, dan menghentikan pendarahan.

3.SAMBILOTO (Andrographis paniculata)
Khasiat & Efek : sebagai antiradang, antibakteri, penawar racun. berkhasiat mengatasi diare, disentri basiler, radang usus, dan lain-lain.

4.KUNYIT (Curcuma longa)
Khasiat & efek : sebagai anti-radang, anti-bakteri, astringent/pengelat. Berkhasiat mengatasi disentri, diare, radang usus, gangguan pencernaan, dan lain-lain.

5.KROKOT (Portulaca oleracea)
Efek & khasiat : antiradang, menurunkan panas, antitoksik. Untuk disentri, diare akut, radang usus buntu, dan lain-lain.

6.KULIT DELIMA (Punica granatum)
Khasiat & Efek: sebagai astingent/pengelat, anti-diare dan disentri, antibakteri.

7.TEH (Thea chinensis)
Khasiat & efek : sebagai pengelat usus/astringent, anti-bakteri. Teh pekat Berkhasiat mengatasi diare, disentri, radang usus, gangguan pencernaan.
Dosis : 10-15 gram kering atau 60-120 krokot segar, direbus, airnya diminum.

8. DAUN SENDOK (Plantago major)
Efek & Khasiat : sebagai antiradang, berkhasiat mengatasi diare, disentri panas, disentri basiler, gangguan pencernaan, dan lain-lain
Berikut contoh ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi disentri.

Resep 1.
30 gram patikan kebo segar + 20 gram kunyit + gula merah secukupnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 150 cc.

Resep 2.
30 gram daun jambu biji segar + 5 gram teh, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.

Resep 3.
10 gram sambiloto kering + 15 gram kulit delima kering + gula aren, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.

Resep 4
60 gram krokot segar + 30 gram daun sendok segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari, setiap kali 150 cc.

Catatan :
Untuk perebusan gunakan panci enamel, panci kaca atau periuk tanah.
Pilih salah satu resep, dan tetap konsultasi ke dokter.



Sumber: CBN